Selasa, 13 Maret 2012

Tutorial Debian 6 a.k.a Squeeze



Halo, pasti sudah tau dengan debian 6 atau yang biasa disebut dengan "squeeze".. nah disini saya akan menjelaskan tutorial menginstall Debian 6 ini berdampingan dengan Jendela 7 atau biasa disebut dengan dual booting... Oke, tanpa panjang lebar saya akan memulainya hehehe

Pertama-tama, sebelum saya menginstall Debian 6 ini, saya mempartisi harddisk saya.. karena Drive D saya masih ada kosong sekitar 40an GB, maka saya mengambil dari situ saja, untuk partisi ini saya menggunakan utilities dari Jendela 7 (disk management).

Setelah partisinya sudah siap, mulailah kita install... Masukkan CD/DVD installer Debian 6 itu, lalu tekan F12 (pada laptop saya) untuk masuk di boot menu, lalu pilih CD/DVD ROM untuk mulai menginstall Debian 6

Tunggu hingga kita mendapati layar seperti ini


Setelah kita mendapati layar seperti ini, lalu saya memilih Graphical Install, lalu kita akan memasui tahap berikutnya yaitu pemilihan bahasa, disini saya memilih Bahasa Inggris. Setelah pemilihan bahasa kita akan diarahkan lagi ke pemilihan negara, disini saya tetap memilih United States atau Amerika Serikat, biar lebih singkat hehehe

Setelah itu kita akan kembali diarahkan ke layar pemilihan Konfigurasi Keyboard, disini saya memilih American English, sebab pilihan itu berada di atas, lalu klik Continue. Setelah itu kita akan menuju ke tahap Konfigurasi Network, dan dikotak kosong itu saya menulis Debian saja, lalu pilih continue lagi.

Setelah itu saya mengisi password Root, mungkin kalo di Jendela 7 ini disebut Administrator, setelah memasukkan password, kita mengisi User Name lagi. Setelah mengisi User Name, kita akan disuruh untuk mengisi kotak kosong untuk password User Name, setelah itu klik Continue lagi.

Lalu, kita akan menuju ke Pemilihan Zona Waktu atau biasa disebut dengan Time Zone. Setelah memilih Zona Waktu nya, sekarang kita akan menuju ke tahap Partisi, nah disini saya harus berhati-hati untuk memilih drive tempat saya akan menginstall Debian ini, kalau tidak berhati-hati mungkin semua isi di Harddisk saya lenyap semua hehehe.. Oke mari kita mulai!

Setelah kita masuk ke menu Partisi, saya memilih pilihan Manual, setelah itu saya memilih Drive E (Yang sudah saya partisi tadi) lalu tekan enter, dan pilih Create a New Partition, lalu saya memasukkan 250 MB sebagai alokasi untuk boot-nya lalu continue lagi. Setelah itu pilih Logical, lalu pilih lagi Beginning. Nah disini Mount Point nya saya rubah menjadi /boot lalu continue lagi.

Nah, setelah selesai membuat boot-nya, saya kembali lagi ke partisi awal tadi untuk membuat LVM nya, pilih partisi untuk install Debian tadi, lalu create a new partition lagi.. Disini saya menggunakan semua sisa space partisi yang ada... Sekitar 39 GB continue dan pilih Logical, lalu ubah Use As nya menjadi physical volume for LVM. Lalu geser ke bawah dan pilih Done.

Setelah selesai, kembali lagi ke menu awal partisi, lalu saya memilih kembali Configure the Logical Volume Manager, oh iya perhatikan disini nomor partisi untuk bootnya, dan pada saat menginstall nomor partisi untuk boot saya yaitu #6 sebab pada akhir nanti akan digunakan ini hehehe. Setelah itu continue, pilih yes saja.

Setelah itu pilih Create volume group, terus beri nama Volume Group itu, lalu continue. Setelah itu saya memilih partisi saya yang untuk install Debian tadi (Partisi setelah partisi boot tadi). Setelah itu Volume Group telah jadi, lalu nantinya saya akan membuat Logical Volume, ada 3 Logical Volume yang saya buat yaitu: /, swap dan root. Pilih Create Logical Volume, lalu kita memilih Volume Group yang sudah saya buat tadi.

Logical Volume yang pertama saya buat adalah root, beri nama root lalu saya masukkan 5 GB sebagai besar Logical Volumenya, lalu continue. Lalu saya buat lagi 2 lainnya, yaitu home dan swap, caranya sama seperti membuat root tadi, tetapi untuk home usahakan size nya lebih lebar hehehe.. Setelah semuanya jadi lalu pilih Finish. Setelah itu kembali lagi ke menu awal partisi dan telah terbentuk 3 Logical Volume Group, yaitu home, root dan swap. Pilih LV home ubah use as nya menjadi ext 3 dan ubah mount pointnya menjadi /home. Setelah itu scroll lagi ke bawah dan pilih Done.

Setelah itu pilih lagi LV root, ubah use as nya menjadi ext 3 dan mount pointnya menjadi / lalu pilih Done. Begitu juga buat LV swap, tetapi cukup ubah use as nya sebagai swap area. Dan setelah itu tahap partisi sudah selesai dan pilih Finish partitioning. Dan proses penginstallan akan dimulai. Tunggu hingga selesai dan akan muncul jendela baru yaitu untuk mengkonfigurasi Man-db nya, ini berfungsi agar nanti kita bisa tetap memilih MBR dari Jendela 7 dan MBR Jendela 7 tidak akan hilang tertimpa dari bootloade Debian (GRUB 2). Lalu pilih No dan continue. Nah, akan muncul lagi jendela baru, disini kita mengisi (hd0,6) saya memilih angka 6 sebab, nomor partisi boot saya berada pada posisi #6.

Setelah itu proses penginstallan selesai dan akan reboot dan akan masuk ke windows lagi... Agar Debian saya bisa jalan dan bisa dual booting, saya menggunakan aplikasi ini EasyBCD dan untuk perseorangan aplikasi ini gratis.

Oh iya, aplikasi ini jalan di Jendela ya, jadi install di Jendela. Setelah install aplikasi tersebut, pilih menu Add New Entry, dan pilih tab Linux/BSD. Karena Debian 6 menggunakan GRUB 2, maka pilih typenya GRUB 2 dan saya beri nama Debian GNU/Linux 6 lalu klik tombol Add Entry.

Setelah itu masuk lagi ke menu Edit Boot Menu, dan akan terlihat ada 2 nama yaitu Jendela 7 dan Debian GNU/Linux 6. Beri tanda centang pada Jendela 7. Setelah itu Save Settings dan saya me-restart laptop saya, dan ta-da sekarang sudah ada pilihan Jendela 7 dan Debian GNU/Linux 6!

Oke, maaf kalau caranya terlalu panjang hehehe, ohh iya.. saya melihat tutorial ini dari situs ini hehe, tapi untuk install debian ini saya mengerjakannya sendiri hehehehe.. Terima kasih :)

Oiya, berikut ini gambar yang saya foto langsung dari laptop saya




Source: http://www.linuxbsdos.com/2011/02/17/how-to-dual-boot-debian-6-and-windows-7/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar