Haloooo, akhirnya ketemu lagi hehehe. Saat ini saya akan sedikit bercerita kembali lagi tentang pengalaman saya dalam menggunakan Linux, khususnya menggunakan Ubuntu 11.04 ini, kemarin saya sempat bercerita tentang Debian, tetapi gara-gara banyak driver yang tidak dikenal, akhirnya saya mengganti debian saya dengan Ubuntu ini.
Nah tanpa panjang lebar saya akan bercerita tentang pengalaman saya yang lain. Saya akan bercerita tentang install game dalam Linux saya ini. Oh iya dulu saya sempat menggunakan Linux, kalau tidak salah waktu itu saya masih SD/SMP saat itu kalau tidak salah saya menggunakan Suse, dan saya cuma tau main game nya saja, saya masih kurang tau tentang apa itu Linux. Dulu saya sempat main game kalau tidak salah namanya Tuxcut, saya juga kurang tau namanya, yang jelas game nya itu tentang pinguin yang meluncur dari bukit es. Kurang lebih seperti itu isi gamenya.
Nah, sekarang yang saya mainkan dalam ubuntu saya ini yaitu Supertux. Supertux ini hampir sama dengan mario bross, tapi kalo di mario bross kita menggunakan mario, pada Supertux ini kita menggunakan karakter pinguin.
Cara installnya seperti begini :
1. Buka Ubuntu Software Center
2. Setelah itu ketikkan di kolom pencarian tux, atau kalau tidak mau susah klik saja pilihan games pada Ubuntu Software Center tsb.
Di sini, supertux saya sudah terinstall, bagi teman-teman yang belum menginstallnya, klik saja di supertux nya lalu klik install. Setelah klik install, tunggu saja hingga tahap installnya selesai.
3. Setelah terinstall coba cek di menu games. Kalau berhasil terinstall pasti supertux nya ada. Selesai dan coba mainkan! :D
Ini tampilan ketika saya main supertux hehehe.
Ohiya, beberapa hari lalu, saya mencoba mengutak atik tampilan desktop linux saya, dan hasilnya seperti ini! :D
Mungkin cuma begitu saja yang bisa ceritakan, mungkin di lain kesempatan saya akan bercerita kembali tentang pengalaman saya menggunakan linux lagi! Sekian dan terima kasih~
Rabu, 28 Maret 2012
Senin, 26 Maret 2012
Kesan Memakai Linux Pt. 5
Haloooo... Bertemu lagi dengan saya :D kemarin setelah sempat menginstall clementine dan menyambungkan clementine dengan akun last.fm saya dan berhasil. Sekarang saya akan berbagi lagi pengalaman yang saya lakukan dengan ubuntu saya ini!
Tanpa panjang lebar saya akan berbagi cara untuk merubah tampilan bootloader pada ubuntu saya ini hehehe.
Karena saya bosan dengan tampilan bootloader ubuntu saya ini oleh karena itu saya mencoba menggantinya, lalu saya googling di internet, dan ternyata saya dapat caranya!
Tanpa panjang lebar langsung saya coba pada netbook saya, agak sedikit takut juga sih, soalnya saya bermain-main dengan boot saya. Tapi semua itu saya lalui agar bisa mendapat pengalaman yang baru lagi.
Nah ini dia caranya :
1. Pertama-tama buka dulu Terminalnya lalu ketikkan :
2. Setelah itu tunggu saja sampai tahap 1 selesai, lalu setelah selesai masukkan lagi syntax ini :
3. Setelah selesai, install temanya. Caranya yaitu ketikkan/copas saja syntax ini :
4. Lanjut lagi, setelah proses selesai sekarang kita konfigurasi Burg-nya, caranya yaitu :
5. Setelah itu ketikkan syntax ini, agar konfigurasinya bisa dipergunakan :
Oh iya, ini tampilan Bootloader netbook saya ketika saya menggantinya dengan cara ini :
Ini tampilan bootloader saya, tetapi karena saya kurang puas, akhirnya saya menggantinya dengan tampilan bootloader yang ada di bawah ini! :D
Mungkin cuma begini dulu yang bisa saya update, semoga dilain kesempatan nanti saya bisa memberikan pengalaman saya dalam hal linux utamanya ubuntu ini. Terima kasih! :D
Tanpa panjang lebar saya akan berbagi cara untuk merubah tampilan bootloader pada ubuntu saya ini hehehe.
Karena saya bosan dengan tampilan bootloader ubuntu saya ini oleh karena itu saya mencoba menggantinya, lalu saya googling di internet, dan ternyata saya dapat caranya!
Tanpa panjang lebar langsung saya coba pada netbook saya, agak sedikit takut juga sih, soalnya saya bermain-main dengan boot saya. Tapi semua itu saya lalui agar bisa mendapat pengalaman yang baru lagi.
Nah ini dia caranya :
1. Pertama-tama buka dulu Terminalnya lalu ketikkan :
sudo add-apt-repository ppa:n-muench/burglalu muncul masukkan password root, masukkan saja password root nya.
2. Setelah itu tunggu saja sampai tahap 1 selesai, lalu setelah selesai masukkan lagi syntax ini :
sudo apt-get updatelalu tunggu hingga proses updatenya selesai
3. Setelah selesai, install temanya. Caranya yaitu ketikkan/copas saja syntax ini :
sudo apt-get install burg burg-themesSetelah proses penginstallan temanya selesai, akan muncul notify/pemberitahuan untuk mengkonfigurasi Burg. Pilih OK saja untuk semua pilihannya, sebab nanti kita akan mengkonfigurasinya secara terpisah biar lebih aman hehe.
4. Lanjut lagi, setelah proses selesai sekarang kita konfigurasi Burg-nya, caranya yaitu :
sudo burg-install "(hd0)"oiya, hd0 itu merupakan letak MBR kita atau biasa disebut Master Boot Record.
5. Setelah itu ketikkan syntax ini, agar konfigurasinya bisa dipergunakan :
sudo update-burgSetelah selesai, sekarang kita tinggal mengecek dan disini kita bisa mengganti tema Burg kita, agar tampilan bootloader kita lebih ciamik lagi hehhe, caranya yaitu :
sudo burg-emuNah, setelah mengkonfigurasi tema dan lainnnya, sekarang coba restart laptop/pc dan tadaa, bootloadernya pun berubah tampilannya hehehe.
Oh iya, ini tampilan Bootloader netbook saya ketika saya menggantinya dengan cara ini :
Ini tampilan bootloader saya, tetapi karena saya kurang puas, akhirnya saya menggantinya dengan tampilan bootloader yang ada di bawah ini! :D
Mungkin cuma begini dulu yang bisa saya update, semoga dilain kesempatan nanti saya bisa memberikan pengalaman saya dalam hal linux utamanya ubuntu ini. Terima kasih! :D
Jumat, 23 Maret 2012
Kesan Memakai Linux Pt. 4
Halo, kembali lagi bersama saya untuk melaporkan kesan saya dalam memakai Linux. Ini sudah 1 minggu sejak saya menggunakan Linux hehehe.
Sebelum saya memakai Ubuntu ini, dulu saya sempat memakai Debian 6 a.k.a Squeeze, seperti yang pernah saya jelaskan di postingan saya yang sebelumnya. Ketika saya menggunakan Debian 6 a.k.a Squeeze, banyak masalah yang saya dapatkan, misalnya driver wireless saya tidak dikenali, driver sound saya juga tidak dikenali, bahkan ketika saya melakukan print screen malah pesan error yang muncul.
Oleh karena itu akhirnya saya memutuskan mengganti Debian saya dengan Ubuntu 11.04 ini, setelah 4 hari saya menggunakan Ubuntu 11.04 ini, driver wireless, sound netbook saya akhirnya bisa berfungsi juga. Bahkan print screen pun juga sudah bisa hehehe.
Oke deh, tanpa panjang lebar, saya akan menceritakannya. Kemarin saya sempat menginstall Amarok untuk mendengar lagu, Amarok juga punya fitur untuk scrobbling ke last.fm. Oh iya, kalo belum tahu last.fm saya mendeskripsikannya sedikit, last.fm itu sebuah database musik online yang paling lengkap di dunia, kita bisa tahu segala sesuatu musik/band/artis/lagu dan lainnnya. Oleh karena itu saya menginstall Amarok. Tapi karena menurut saya Amarok itu agak berat di netbook saya akhirnya saya mengganti Amarok dengan Clementine, aplikasi ini juga cukup bagus, selain suaranya lebih bagus daripada menggunakan aplikasi bawaan Ubuntu yaitu Banshee, Clementine juga punya fitur untuk menyambungkan ke last.fm sama seperti Amarok.
Berikut ini adalah gambar ketika saya menginstall Clementine, dan menyambungkan akun last.fm saya lewat Clementine.
Ini, ketika Clementine sudah terinstall dan saya sedang mendengar lagu
Ini ketika saya mulai menyambungkan akun last.fm saya melalui Clementine
Dan ini ketika akun last.fm saya sudah tersambung dengan Clementine, dan prosesnya berhasil. Coba lihat pada gambar ada lagu yang menunjukkan now playing.
Mungkin cuma begitu saja yang bisa saya ceritakan, mungkin di lain kesempatan, saya akan bercerita kesan saya menggunakan linux lebih banyak lagi. Sekian dan terima kasih!
Rabu, 21 Maret 2012
Kesan Memakai Linux Pt. 3
Halo, setelah 6 hari kemarin saya memakai Debian 6 a.k.a Squeeze, dan wifi saya tidak dikenal akhirnya, pada hari ini saya untuk memutuskan mengganti Debian saya dengan Ubuntu 11.04.
Setelah memakai Ubuntu ini, driver wifi, lan card dan soundnya akhirnya bisa dipakai dan berfungsi :D. Setelah sedikit mengutak-atik ubuntu ini, saya memutuskan untuk mengupdate systemnya.
Berikut adalah cuplikan gambarnya
Gambar ini ketika saya mencoba menghubungkan servernya ke repository-nya
Ini tampilan ketika mendownload file update-annya
Ini tampilan ketika download filenya selesai dan update-annya sedang diinstall
Setelah saya mengupdate Ubuntu saya ini, akhirnya saya bosan dan mencoba mendengar lagu, akhirnya saya menggunakan aplikasi bawaan dari Ubuntu ini yaitu Banshee, dan juga saya mengupdate librarynya agar saya bisa mendengar lagu-lagu yang ada di Drive Data saya.
Berikut Penampakannya:
Oke cukup sekian yang bisa saya sampaikan, di lain kesempatan pasti saya akan mengutak-atik lebih ke dalam lagi Linux ini, agar saya terbiasa menggunakan Linux. Sekian dan terima kasih :)
Minggu, 18 Maret 2012
Kesan Memakai Linux Pt. 2
Halo, setelah 4 hari ini saya menggunakan OS Linux yaitu Debian 6 atau biasa disebut dengan "Squeeze" sekarang saya akan bercerita pengalaman saya menggunakan OS Linux ini.
Nah, kali ini saya bercerita lagi pengalaman saya dalam mengoperasikan Linux ini yaitu Debian 6. Setelah 2 hari yang lalu saya mencoba menginstall driver wirelles laptop saya yang sudah saya download lalu install secara offline ( karena driver LAN laptop saya juga tidak terbaca) oleh karena itu saya mencoba untuk mendowload package wireless laptop saya dari situs resmi debian. Nah pada saat itu, saya mengalami masalah, driver wireless saya masih tidak bisa terinstall.
Dan akibatnya saya tidak bisa melakukan syntax apt-get dikarenakan laptop saya tidak terkoneksi dengan internet karena, driver wireless saya yang tidak dikenal oleh debian. Padahal di list driver wiki debian 6, driver saya dikenal oleh debian (FYI driver wireless saya : Athero 9825) berarti kalau saya mau menginstall driver wireless saya, saya harus mendownload package wireless saya yang bernama ATH9K, tapi setelah saya mencoba 2 hari yang lalu, drivernya tetap tidak bisa terinstall dan saya pun menyerah. Mungkin pada saat saya menginstall debian ini di laptop saya, mungkin ada beberapa package yang tidak terinstall.
Oh iya, saya kembali mencoba menginstall driver wireless saya terus dan tetap tidak bisa juga. Banyak driver dari laptop saya yang tidak dikenal oleh debian, dan akhirnya saya pusing untuk mencari, menginstall, dan menggunakan Linux ini, mungkin di lain kesempatan saya akan mengganti Debian saya ini dengan Ubuntu, saya masih ingin mengoprek sedikit lagi Debian ini, sampai saya putus asa hehehe.
Tadi saya juga mencoba menginstall Open Office, karena saya tidak bisa menginstallnya secara online, dikarenakan driver wireless dan driver lan saya yang tidak terbaca dan tidak bisa terkoneksi dengan internet. Maka saya mencoba mendownload Open Office dari situs resminya, dan menginstall secara offline. Saya mendownload file installer offline Open Office dengan ekstensi tar.gz. Setelah saya mengekstraknya, menggunakan program extractor bawaan dari debian, dan mencoba menginstallnya, error pun kembali muncul hehehe. Dan akhirnya saya kembali menggunakan Jendela untuk mengerjakan tugas saya memakai Word. Oh, iya, print screen menggunakan debian pun saya tidak bisa, katanya ada file/package yang missing. Oleh karena itu mungkin di lain kesempatan saya akan menguninstall Debian ini dan akan mencoba meng-install Ubuntu, agar bisa lebih familiar lagi dengan keluarga Linux. Driver sound saya juga tidak terbaca, betul-betul parah, sehingga saya cuma membuka debian saya ketika saya mendapat tutorial dan mencoba tutorial nya, tapi setelah semua saya mencoba tutorial yang ada di google, masalah saya belum bisa dipecahkan, dan akhirnya saya kembali menggunakan jendela.
Mungkin begitu saja yang bisa saya ceritakan tentang kesan-kesan saya selama 4 hari ini menggunakan Debian 6 a.k.a Squeeze, tapi saya tidak bisa menggunakannya secara normal sebab banyak driver yang tidak dikenali oleh Debian yang terinstall di laptop saya ini. Oh, iya saya tidak bisa mengcapture gambar error yang tertera di laptop saya, karena ketika saya menekan tombol print screen, maka error pun akan muncul kembali, sepertinya ada file/package untuk screen capture dari debian saya ada yang hilang.
Terima Kasih
Jumat, 16 Maret 2012
Kesan Memakai Linux Pt. 1
Halo, setelah kemarin berhasil menginstall Debian 6 a.k.a Squeeze, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya selama 2 hari ini dalam mengutak-atik Sistem Operasi ini.
Nah tanpa panjang lebar, kemarin dan 2 hari yang lalu saya mencoba mengutak-atik Debian saya. Saya mulai mengutak-atik mulai dari Driver Wirelessnya, soalnya saya mau update repository-nya tapi Wireless saya tidak terbaca. Baca sana sini tetap tidak bisa juga. Saya mendapat tutorial dari berbagai forum maupun situs, terus saya mencoba command-command agar bisa berfungsi. Saya juga sudah mencoba mendownload file package untuk Wireless saya yaitu Atheros 9825 yaitu Ath9k. Lalu saya mencobanya juga memakai command-command tetapi tidak bisa juga.
Berikut adalah contoh command yang saya ketik, jika ada kesalahan mohon di koreksi :)
# apt-get install wireless
Oiya, yang saya ketahui klo memakai command apt-get kondisi linux kita harus terkoneksi dengan internet, dan saya coba memakai command ini dan alhasil connection refuse.
Lalu saya mencoba command yang lain lagi, dan command ini untuk menginstall file ekstensi deb dari package yang sudah saya download tadi dari situs resmi debian. Command yang saya pake adalah
# dpkg -i *.deb
Saya mencoba ini dan masih tidak berhasil juga, ada pesan error yang saya dapatkan yaitu "Process Triggering for man-db" kalau tidak salah begitu pesan error yang saya dapati. Oh iya, sebelum saya menulis command saya masuk di Text Modenya debian yaitu dengan menekan Ctrl+Alt+F2, lalu saya masuk sebagai Super User dengan mengetik command # SU dan memasukkan password root saya.
Berikut adalah gambar dari pesan error ketika saya mengetik command " # dpkg -i *.deb "
Tetapi jika saya mengetikkan command " # lpsci | grep Wireless " Wireless saya dibaca, berikut adalah foto yang sempat saya ambil
Selasa, 13 Maret 2012
Tutorial Debian 6 a.k.a Squeeze
Halo, pasti sudah tau dengan debian 6 atau yang biasa disebut dengan "squeeze".. nah disini saya akan menjelaskan tutorial menginstall Debian 6 ini berdampingan dengan Jendela 7 atau biasa disebut dengan dual booting... Oke, tanpa panjang lebar saya akan memulainya hehehe
Pertama-tama, sebelum saya menginstall Debian 6 ini, saya mempartisi harddisk saya.. karena Drive D saya masih ada kosong sekitar 40an GB, maka saya mengambil dari situ saja, untuk partisi ini saya menggunakan utilities dari Jendela 7 (disk management).
Setelah partisinya sudah siap, mulailah kita install... Masukkan CD/DVD installer Debian 6 itu, lalu tekan F12 (pada laptop saya) untuk masuk di boot menu, lalu pilih CD/DVD ROM untuk mulai menginstall Debian 6
Tunggu hingga kita mendapati layar seperti ini
Setelah kita mendapati layar seperti ini, lalu saya memilih Graphical Install, lalu kita akan memasui tahap berikutnya yaitu pemilihan bahasa, disini saya memilih Bahasa Inggris. Setelah pemilihan bahasa kita akan diarahkan lagi ke pemilihan negara, disini saya tetap memilih United States atau Amerika Serikat, biar lebih singkat hehehe
Setelah itu kita akan kembali diarahkan ke layar pemilihan Konfigurasi Keyboard, disini saya memilih American English, sebab pilihan itu berada di atas, lalu klik Continue. Setelah itu kita akan menuju ke tahap Konfigurasi Network, dan dikotak kosong itu saya menulis Debian saja, lalu pilih continue lagi.
Setelah itu saya mengisi password Root, mungkin kalo di Jendela 7 ini disebut Administrator, setelah memasukkan password, kita mengisi User Name lagi. Setelah mengisi User Name, kita akan disuruh untuk mengisi kotak kosong untuk password User Name, setelah itu klik Continue lagi.
Lalu, kita akan menuju ke Pemilihan Zona Waktu atau biasa disebut dengan Time Zone. Setelah memilih Zona Waktu nya, sekarang kita akan menuju ke tahap Partisi, nah disini saya harus berhati-hati untuk memilih drive tempat saya akan menginstall Debian ini, kalau tidak berhati-hati mungkin semua isi di Harddisk saya lenyap semua hehehe.. Oke mari kita mulai!
Setelah kita masuk ke menu Partisi, saya memilih pilihan Manual, setelah itu saya memilih Drive E (Yang sudah saya partisi tadi) lalu tekan enter, dan pilih Create a New Partition, lalu saya memasukkan 250 MB sebagai alokasi untuk boot-nya lalu continue lagi. Setelah itu pilih Logical, lalu pilih lagi Beginning. Nah disini Mount Point nya saya rubah menjadi /boot lalu continue lagi.
Nah, setelah selesai membuat boot-nya, saya kembali lagi ke partisi awal tadi untuk membuat LVM nya, pilih partisi untuk install Debian tadi, lalu create a new partition lagi.. Disini saya menggunakan semua sisa space partisi yang ada... Sekitar 39 GB continue dan pilih Logical, lalu ubah Use As nya menjadi physical volume for LVM. Lalu geser ke bawah dan pilih Done.
Setelah selesai, kembali lagi ke menu awal partisi, lalu saya memilih kembali Configure the Logical Volume Manager, oh iya perhatikan disini nomor partisi untuk bootnya, dan pada saat menginstall nomor partisi untuk boot saya yaitu #6 sebab pada akhir nanti akan digunakan ini hehehe. Setelah itu continue, pilih yes saja.
Setelah itu pilih Create volume group, terus beri nama Volume Group itu, lalu continue. Setelah itu saya memilih partisi saya yang untuk install Debian tadi (Partisi setelah partisi boot tadi). Setelah itu Volume Group telah jadi, lalu nantinya saya akan membuat Logical Volume, ada 3 Logical Volume yang saya buat yaitu: /, swap dan root. Pilih Create Logical Volume, lalu kita memilih Volume Group yang sudah saya buat tadi.
Logical Volume yang pertama saya buat adalah root, beri nama root lalu saya masukkan 5 GB sebagai besar Logical Volumenya, lalu continue. Lalu saya buat lagi 2 lainnya, yaitu home dan swap, caranya sama seperti membuat root tadi, tetapi untuk home usahakan size nya lebih lebar hehehe.. Setelah semuanya jadi lalu pilih Finish. Setelah itu kembali lagi ke menu awal partisi dan telah terbentuk 3 Logical Volume Group, yaitu home, root dan swap. Pilih LV home ubah use as nya menjadi ext 3 dan ubah mount pointnya menjadi /home. Setelah itu scroll lagi ke bawah dan pilih Done.
Setelah itu pilih lagi LV root, ubah use as nya menjadi ext 3 dan mount pointnya menjadi / lalu pilih Done. Begitu juga buat LV swap, tetapi cukup ubah use as nya sebagai swap area. Dan setelah itu tahap partisi sudah selesai dan pilih Finish partitioning. Dan proses penginstallan akan dimulai. Tunggu hingga selesai dan akan muncul jendela baru yaitu untuk mengkonfigurasi Man-db nya, ini berfungsi agar nanti kita bisa tetap memilih MBR dari Jendela 7 dan MBR Jendela 7 tidak akan hilang tertimpa dari bootloade Debian (GRUB 2). Lalu pilih No dan continue. Nah, akan muncul lagi jendela baru, disini kita mengisi (hd0,6) saya memilih angka 6 sebab, nomor partisi boot saya berada pada posisi #6.
Setelah itu proses penginstallan selesai dan akan reboot dan akan masuk ke windows lagi... Agar Debian saya bisa jalan dan bisa dual booting, saya menggunakan aplikasi ini EasyBCD dan untuk perseorangan aplikasi ini gratis.
Oh iya, aplikasi ini jalan di Jendela ya, jadi install di Jendela. Setelah install aplikasi tersebut, pilih menu Add New Entry, dan pilih tab Linux/BSD. Karena Debian 6 menggunakan GRUB 2, maka pilih typenya GRUB 2 dan saya beri nama Debian GNU/Linux 6 lalu klik tombol Add Entry.
Setelah itu masuk lagi ke menu Edit Boot Menu, dan akan terlihat ada 2 nama yaitu Jendela 7 dan Debian GNU/Linux 6. Beri tanda centang pada Jendela 7. Setelah itu Save Settings dan saya me-restart laptop saya, dan ta-da sekarang sudah ada pilihan Jendela 7 dan Debian GNU/Linux 6!
Oke, maaf kalau caranya terlalu panjang hehehe, ohh iya.. saya melihat tutorial ini dari situs ini hehe, tapi untuk install debian ini saya mengerjakannya sendiri hehehehe.. Terima kasih :)
Oiya, berikut ini gambar yang saya foto langsung dari laptop saya
Source: http://www.linuxbsdos.com/2011/02/17/how-to-dual-boot-debian-6-and-windows-7/
Langganan:
Postingan (Atom)



















